Selasa, 10 Januari 2012

TV Online

Menurut pendapat saya sebenarnya TV logo Google itu sendiri bekerja dengan sangat baik. Terdiri dari jenis huruf biasa untuk bagian ‘Google’ dari nama dan jenis huruf /fonts sans serif untuk ‘TV’, baik dalam warna tunggal. Tanda logo terdiri dari desain televisi sederhana yang berisi sembilan blok warna, dalam warna Google biasa. Bahkan ada versi animasi di situs mereka, menunjukkan blok animasi.
Pasar untuk televisi web-enabled masih relatif muda. Sementara banyak produsen mulai untuk menempatkan aplikasi seperti Skype, Twitter dan Facebook di televisi mereka, sebagian besar konsumen bahkan belum punya TV dengan koneksi Ethernet, apalagi satu dengan aplikasi web.
Logitech juga bergabung dengan jasa ini, dan akan menyediakan peralatan pendukung  untuk sistem, termasuk remote dengan keyboard QWERTY kecil di atasnya. Proyek ini telah berlangsung selama beberapa bulan, terselubung dalam kerahasiaan, tapi kabarnya sekarang sudah mulai bocor dan tersebar. Untuk saat ini, bagaimanapun, juru bicara untuk Google, Intel dan Logitech telah menolak memberikan komentar.
Google TV logo Google TV
Logo terbaru dari Google TV
Apa yang saya temukan benar-benar menarik meskipun adalah sifat interaktif dari logo Google TV digunakan di situs, yang memungkinkan pengunjung untuk terlibat dengan logo. Interaksi terjadi ketika pointer dipindahkan dekat dengan menandai logo, menimbulkan blok warna pada sekitarnya. Ini berfungsi tanpa tujuan dalam hal mengendalikan konten atau navigasi situs, sepertinya menjadi sedikit sentuhan yang menyenangkan. Hal ini sejalan dengan Google, karena mereka memiliki reputasi untuk menambahkan unsur menghibur ke halaman pencarian mereka. Yang baru-baru ini menampilkan logo Google yang terbuat dari lingkaran berwarna, memungkinkan banyak cara untuk berinteraksi  dengan  logo Google TV sekarang.google tv animated final Google TV
Efek yang muncul disebabkan oleh pointer yang berinteraksi dengan tanda logo Google TV

GoogleTV Logo – Artwork


Alternatif versi logo Google, yang mana digunakan di halaman pencarian mereka pada 7 September 2010 lalu dan terdiri dari interaktif ‘ bouncing balls’ atau ‘bola yang memantul’, yang bereaksi terhadap penempatan pointer.
Saya yakin pasti ada logo lain oleh Google  sebelum yang satu ini  yang telah memiliki unsur interaktivitas.
Apa yang saya temukan tentang hal ini cukup menarik . Dalam desain logo salah satu faktor yang paling penting adalah logo yang sebenarnya untuk diingat .Sekarang cara apa yang lebih baik untuk mendapatkan seseorang untuk memperhatikan logo kemudian dapat berinteraksi dengannya. Bahkan jika itu hanya untuk waktu yang singkat, bisa berarti bahwa mereka ingat seluruh logo atau bahkan hanya sedikit area dimana mereka berinteraksi, baik cara itu membantu membangun pengenalan logo. Saya bisa membayangkan ini benar-benar bisa membawa, karena ada banyak cara yang mungkin dapat mendorong untuk berinteraksi dengan  logo.
Saya harus bertepuk tangan kepada Google untuk ide pintar yang satu ini dan menyenangkan, yang saya percaya memiliki kemungkinan nyata untuk memulai sebuah tren baru. Saya pikir kita dapat melihat beberapa contoh yang benar-benar pintar desain logo interaktif di tahun-tahun mendatang. Tapi apakah yang anda pikirkan, akankah kita lebih melihat dari jenis interaksi logo? Dan anda bisa memikirkan cara-cara interaksi yang spesifik dapat digunakan pada logo di perusahaan terkenal?

Reefrensi : http://anezblog.com/google-tv

Penyalahgunaan Social Media

Jaringan sosial (social network) merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Indonesia merupakan pengguna jaringan sosial Facebook tertinggi di Asia. Hingga akhir tahun 2010 terdapat 38,6 juta orang Indonesia yang menggunakan Facebook. Banyaknya pengguna Facebook ternyata mengundang kekhawatiran. Bagi para penggunanya, Facebook memiliki berbagai risiko, seperti pemanfaatan situs pertemanan itu sebagai alat untuk kegiatan terorisme, pelecehan seksual, penebar kebencian, penghasutan penghinaan, penipuan, dan perdagangan manusia. Selain itu penyebaran konten pornografi sering juga memanfaatkan Facebook.
Sayangnya kekhawatiran yang menjadi perhatian banyak orang ini sudah mulai terjadi dan merajalela di Indonesia. Berdasarkan berita yang dimuat di Kompas.com, Jum’at/ 8 Juli 2011 di Kabupaten Badung, Bali, pemuda dua desa terlibat bentrok gara-gara saling ejek di status situs jaringan sosial Facebook. Akibat kejadian ini, salah seorang pemuda Desa Sempidi mengalami luka serius terkena sabetan senjata tajam. Tidak hanya kejadian ini saja, pada tahun 2010, seperti yang diberitakan di situs berita BBC Indonesia 17 Februari 2010, sudah tercatat dari Januari sampai pertengahan Februari 2010 berdasarkan keterangan Sekjen Komisi Perlindungan Anak Nasional Aris Merdeka Sirait, terdapat sekitar 36 kasus terkait Facebook. 21 kasus diantaranya terjadi di Surabaya yang menyangkut penjualan seksual komersial melalui Facebook, dan 11 kasus terjadi di Jakarta dimana anak-anak yang berusia 14-15 tahun dijadikan pelampiasan kebutuhan bilogis orang yang dihasut melalui Facebook. Banyak juga kasus-kasus lainnya yang menyebutkan bahwa siswa maupun mahasiswa hilang atau kabur dari rumahnya karena penyalahgunaan media pertemanan sosial ini.
Kasus yang dikemukakan di atas hanyalah segelintir dari kasus-kasus yang disebabkan oleh penyalahgunaan situs jaringan sosial Facebook. Penggunaan media baru yang kurang bijak dan berhati-hati dapat berakibat celaka bagi penggunanya, apalagi di negara berkembang seperti Indonesia. Penggunaan situs jaringan sosial di Indonesia menurut beberapa pengamat masih kurang efektif karena melihat masih banyak fungsi media ini yang disalahgunakan.

Identifikasi Masalah Komunikasi
Dari paparan fenomena sosial di atas maka dapat ditelusuri masalah komunikasi yang menjadi penyebab terjadinya penyalahgunaan jaringan sosial Facebook. Tujuan utama pendiri Facebook sendiri untuk meluncurkan Facebook di dunia maya (cyberspace) adalah menciptakan aliran informasi yang terbuka bagi orang-orang, yang menjadi titik beratnya adalah misi membuat dunia terbuka. Misi Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, jika dilihat pada kondisi sekarang ini sudah tercapai, namun sayangnya di negara berkembang seperti Indonesia penggunaan sarana komunikasi yang terbuka di dunia maya ini belum efektif dan disalahgunakan.
Di Indonesia, menurut data Komnas Perlindungan Anak, sekitar 53% pengguna Facebook adalah remaja dibawah umur 18 tahun. Dari kasus yang terkait dengan penyalahgunaan jaringan sosial ini pada umumnya yang menjadi korban adalah remaja dibawah 18 tahun tersebut. Dari sisi komunikasi kasus ini bisa dilihat dari unsur-unsur komunikasinya. Korban sebagai komunikan atau kamunikate mudah percaya dengan pesan atau informasi yang ia dapatkan dari jaringan sosial yang mereka gunakan. Hal utama yang dipertanyakan di sini adalah kredibilitas media dan kredibilitas komunikator. Internet memunculkan isu-isu tentang akurasi, keandalan, dan kecukupan informasi yang bahkan melebihi media tradisional. Dalam ruang chatting yang disediakan Facebook misalnya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan apakah orang-orang tersebut memang sebagaimana penampakan mereka.
Kredibilitas yang berkenaan dengan sifat-sifat komunikator juga menjadi hal yang harus dipertanyakan dalam penggunaan media sosial Facebook. Jika kita berperan sebagai komunikate yang menerima informasi, terdapat dua komponen kredibilitas komunikator yang penting untuk perhatikan, yaitu keahlian dan kepercayaan. Keahlian adalah kesan yang dibentuk oleh komunikate tentang kemampuan komunikator dalam hubungannya dengan topik yang sedang dibicarakan. Pada komunikasi dengan jaringan sosial Facebook hal ini dapat dilihat dari kata-kata yang digunakan oleh lawan bicara kita atau pengguna Facebook yang lain ketika sedang chatting atau meng-update statusnya. Sebagai penerima informasi kita harus kritis dalam menilai pesan yang kita terima. Komponen kedua adalah kepercayaan, yaitu kesan yang dibentuk oleh komunikate tentang komunikator yang berkaitan dengan wataknya. Hal inilah yang sangat sulit diidentifikasi jika kita berkomunikasi melalui jaringan sosial Facebook. Korban penyalahgunaan media sosial ini pada umumnya tidak memperhatikan komponen kepercayaannya. Sangat sulit untuk mengetahui apakah komunikator itu jujur, tulus, bermoral, adil, sopan, dan etis? Karena sulitnya untuk mengetahui watak komunikator di dunia maya, sebagai penerima informasi seharusnya kita tidak mudah untuk percaya.
Selain kredibilitas komunikator dan media, penyalahgunaan jaringan sosial Facebook ini juga bisa dilihat melaui Teori Manajemen Privasi Komunikasi (Communication Private Management-CPM) oleh Sandra Petronio. CPM tertarik untuk menjelaskan proses-proses negosiasi orang seputar pembukaan informasi privat, informasi mengenai hal-hal yang sangat berarti bagi seseorang. Teori ini berasumsi bahwa (1) manusia adalah pembuat keputusan; (2) manusia adalah pembuat peraturan dan pengikut peraturan; (3) pilihan dan peraturan manusia didasarkan pada pertimbangan akan orang lain dan juga konsep diri. Petronio (2002) melihat bahwa manusia membuat pilihan dan peraturan mengenai apa yang harus dikatakan dan apa yang harus disimpan. Sebagai pengguna media, individu mempunyai kekuasan untuk menentukan apa harus ia ungkapkan di media sosial dan apa yang harus ia simpan. Dalam jaringan sosial Facebook walaupun merupakan akun pribadi seseorang tetapi setiap orang yang menjadi temannya di akun itu bisa secara terbuka memperoleh informasi darinya. Setiap pengguna Facebook mempunyai kekuasaan untuk meng-update status tentang apa bisa ia kemukakan dan membuat aturan informasi privat tentang apa seharusnya tidak ia sampaikan.
Kasus penyalahgunaan media sosial ini terjadi jika seseorang telah salah dalam menggunakan kekuasaan yang ia miliki ketika menyampaikan informasi. Keterbukaan yang berlebihan dalam jaringan sosial di dunia maya seperti inilah yang dapat memicu timbulnya cyber crime atau kejahatan dunia maya. Berdasarkan CPM, sebagai pengguna media sosial kita harus membuat aturan dan batasan terhadap informasi yang ingin kita sampaikan dan mengikuti atau mentaati peraturan itu. Selain itu kita juga harus mentaati dan menghormati aturan atau batasan privasi yang telah dibuat oleh orang lain. Sehingga ketika kita ingin menyampaikan sesuatu melalui Facebook hendaknya mempertimbangkan terlebih dahulu batasan privasi kita dan batasan privasi orang lain.
Jadi, dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa masalah komunikasi yang terjadi dalam kasus penyalahgunaan jaringan sosial Facebook sebagai media penghasutan, penebar kebencian, penghinaan, pelecehan sosial, penculikan, penipuan dan perdagangan manusia adalah kepercayaan pengguna Facebook yang berlebihan terhadap penyampai pesan atau informasi (komunikator) yang kredibilitasnya masih dipertanyakan. Selain itu masalah komunikasi yang kedua adalah dilanggarnya peraturan tentang komunikasi privasi yang dibangun oleh masing-masing individu pengguna jaringan sosial Facebook, sehingga pesan yang disampaikan melalui jarigan sosial ini menjadi pesan yang terlalu terbuka dan tidak menjaga aturan privasi pribadi maupun pengguna lain.
Akhirnya pengguna Facebook di Indonesia yang pada umumnya adalah remaja dan yang paling besar menjadi korban penyalahgunaan media sosial ini juga di kalangan mereka, membutuhkan pelatihan keterampilan dalam mengevaluasi informasi yang mereka terima. Selain itu pengguna media sosial saat ini juga membutuhkan pengetahuan dan kesadaran tentang bagaimana menggunakan media komunikasi baru ini secara bijak dan hati-hati serta mengetahui mana informasi yang layak untuk disampaikan dan mana informasi yang seharusnya disimpan atau tidak sepantasnya untuk disampaikan di media terbuka seperti Facebook.

Referensi : http://blogs.unpad.ac.id/revinabayu/2011/12/10/fenomena-jaringan-sosial-dan-masalah-komunikasi-kapita-selekta-komunikasi/

Selasa, 03 Januari 2012

Tablet PC


Ok kali ini saya akan menjelaskan tentang tablet pc, salah satunya yaitu ipad. Tapi sebelum itu kita akan mengenal lebih dalam tentang ipad itu sendiri. iPad diperkenalkan pertama kali oleh Steve Jobs, CEO (yang merupakan singkatan dari Chief Executive Officer) dari Apple Inc. dalam Apple Special Event yang bertempat di Yerba Buena Center for the Arts, San Fransisco, Amerika Serikat, pada tanggal 27 Januari 2010.
Berikut ini adalah gambar dari ipad itu sendiri:
 
Produk ini dirancang sebagai sebuah perangkat digital yang berada di antara telepon pintar (smartphone) dan komputer jinjing (laptop). Apple Inc. berencana akan mulai memasarkan iPad di Amerika Serikat (AS) mulai 3 april 2010, dengan kisaran harga mulai dari 499 Dolar Amerika Serikat (USD) hingga 829 USD. Namun warga AS sudah dapat memesan produk ini mulai tanggal 12 Maret 2010 melalui Apple Online Store.
Ipad sendiri mempunyai fungsi utama sebagai e-Reader, namun demikian iPad juga bisa dijadikan sebagai multimedia gadget dimana kamu bisa internetan, dengerin musik sampai nonton video di iPad. iPad menawarkan ruang data mulai dari 16GB, 32 GB sampai 64GB, itu artinya kamu bisa menyimpan ratusan bahkan ribuan lagu di iPad. Layar iPad berukuran 9.7 inches dengan resolusi 1024 x 768 pixel. Dan sudah banyak yang tahu kalau iPad memakai  Mac OS X
Saat ini ipad sangat laris di pasaran Seperti sudah diduga sebelumnya, Apple iPad 2 laku keras dan terjual ratusan ribu unit dalam debut pemasarannya di Amerika Serikat. Mengapa iPad 2 bisa sedemikian sukses? Barangkali faktor-faktor di bawah ini turut menentukan, seperti dilansir eWeek dan dikutip detikINET.
Refrensi:
http://bangunhadi.blogspot.com/2012/01/review-tablet-pc-ipad.html