Web Science merupakan kajian sains dari Web yang lahir dari
desentralisasi sistem Informasi. Pada Web Science membutuhkan pemahaman
akan Web dan juga fokus pada pengembangan terhadap kebutuhan komunikasi
dan representasi. Sangat disadari bahwa World Wide Web adalah teknologi
yang baru berusia beberapa tahun, di sisi lain Web adalah bukan dunia
yang statis tetapi super dinamis. Mengacu kepada kondisi ini, maka
kajian pada Web Science akan melibatkan multi disiplin.
Saat ini Internet dengan teknologi webnya sudah merupakan sarana yang
penting dan dimanfaatkan oleh berbagai disiplin ilmu dan berbagai
lapisan masyarakat, tantangan yang dihadapi tidak lagi pada sisi teknis,
tapi juga merambah ke arah sosial seperti budaya, bahasa, dan
organisasi. Peningkatan kemampuan komputasi pada perangkat komputer
serta juga meningkatnya infrastruktur dan aplikasi berbasis Internet
telah mendorong terjadinya ledakan informasi. Seperti kita ketahui, saat
ini pemahaman komputer bukan saja pada personal komputer ataupun
notebook, tetapi perangkat mobile adalah juga merupakan salah satu
bentuk komputer. Teknologi Internet dan Web telah memudahkan dalam
melakukan penyimpanan dan pendistribusian data serta informasi. Ledakan
informasi selain membawa nilai positif juga melahirkan permasalahan
baru. Menurut Hearst [Helfin, 2003] salah satu problem baru pada ledakan
informasi adalah terjadinya keragaman yang disebabkan oleh beberapa hal
utama sebagai berikut:
1. Web adalah massive, dimana jumlah sumber data dan informasi berbasis
web mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam orde ratusan ribu hingga
juta per tahun.
2. Web bersifat terdistribusi, teknologi web memberikan tingkat
autonomi yang lebih tinggi sehingga ketersebarannya juga semakin besar.
Akibatnya setiap pemilik web dapat menyajikan data ataupun informasi
dengan vocabulary yang berbeda walau yang dimaksud adalah sama.
3. Web juga bersifat dinamis, sebuah web bisa hadir pada jaringan
Internet tidak terikat, lokasi geografis ataupun nama logika dari sebuah
sumber informasi dapat berubah secara mudah dan sering, perubahan isi
dari web juga tidak dapat diperkirakan.
4. Web bersifat open, sebuah web dapat dibuat dan dibaca oleh setiap
orang secara prinsip. Sehingga isu keamanan dan kepercayaan (trust)
menjadi permasalah tersendiri.
Pada ledakan informasi di Internet, search engine merupakan salah
satu kill-application yang penting. Ini menjadi dorongan utama lahirnya
search engine Mbah Google. Walaupun Google telah memiliki koleksi data
yang menakjubkan, tetap saja masih ada kelemahan utama, yaitu kalau kita
mencari sesuatu, maka yang sesuai dengan yang kita inginkan masih di
bawah 5% dibandingkan koleksi yang ditampilkan dari pencarian Google.
Ledakan informasi tersebut membawa pergeseran teknologi dan pemanfaatan
Web semakin dominan. Secara luar biasa telah terjadi pergeseran Web 1.0
ke Web 3.0 sebagai berikut :
Web 1.0 yang sejak tahun 1992 mulai memperkenalkan beragam web
browser, serta mendorong pertumbuhan pemanfaatan Web sebagai penyedia
informasi. Pada tingkat ini web masih bersifat read only.
Web 2.0 mulai menjadi trend pada tahun 1997, ini memperkaya sifat
yang read only menjadi read write. Aplikasi berbasis Web semakin banyak
diterapkan. Web dan sosial dimulai dengan lahirnya berbagai sarana
seperti wikipedia, blog, friendster.
Web 3.0 merupakan rancangan untuk memperkaya Web 2.0, dimana pada Web
2.0 baru memperhatikan pertukaran data antara manusia, pada Web 3.0
pertukaran data antar manusia-mesin, mesin-mesin dan manusia-manusia
disempurnakan.
Berbagai riset yang komprehensif mempertanyakan bagaimana relasi Web
dan relasi terhadap multi disiplin. Riset ini mendorong lahirnya
paradigma Web Science. Web Science adalah sebuah ilmu dari
desentralisasi sistem informasi. Web Science membutuhkan pemahaman akan
Web dan juga fokus pada pengembangan terhadap kebutuhan komunikasi dan
representasi. Sangat disadari bahwa World Wide Web adalah teknologi yang
berusia baru beberapa tahun, di sisi lain Web adalah bukan dunia yang
statis tetapi super dinamis. Berbagai riset pada Web Science
[Berners-Lee,2006] banyak menekankan pada :
· trend perkembangan Web
· tantangan dalam pengembangan Web
· mendukung untuk ubiquity, mobility, new media dan meningkatnya jumlah data yang tersedia secara online
· pentingnya hal sosial seperti menghargai hak privasi
· mengidentifikasikan varian dari penelitian Web
Secara ringkas Bernes-Lee mengatakan Web Science merupakan kajian
sains dari Web. Ketika Web telah bergerak ke ranah ilmu, maka pertanyaan
mendasar adalah bagaimana keilmuan ini melakukan metodologi. Bagaimana
peneliti atau engineer melakukan pendekatan terhadap Web untuk pemahaman
dan relasinya dengan domain sosial secara luas dan inovasi apa yang
dapat dilakukan. Berbagai penelitian yang berlangsung saat ini melakukan
pengembangan pada metodologi pemetaan (mapping) dan graph pada struktur
Web dengan sampling sebagai kunci utamanya [Leung, 2001]. Sebagai
contoh laporan riset [Fetterly, 2004] menyatakan bahwa 27% dari web di
Jerman (.de) melakukan perubahan setiap minggu. Model lain adalah
metodologi model analisis yang mengkombinasikan data empiris yang
digunakan untuk melakukan determinasi probabilitas. Metodologi pada Web
Science akan dipengaruhi oleh perekayasaan yang berlatar belakang
industri maupun peneliti akademisi. Sehingga akan mengkombinasikan
sintesis dan analisis. Mempertimbangkan perkembangan Web yang membawa ke
sisi positif (seperti Peer to Peer) ataupun ke arah negatif (seperti
phishing). Kontribusi terhadap pengembangan adalah tujuan utama dari Web
Science.
Web diawali dengan usaha untuk mendorong masyarakat dalam bertukar
dokumen atau data. Karena web memungkinkan untuk distribusi dokumen
menjadi mudah, murah dan cepat. Ini menyebabkan web melakukan perubahan
radikal dalam kegiatan pertukaran dokumen. Semantic Web adalah sebuah
usaha untuk mengembangkan potensi web dengan memanfaatakan analogi
perkembangan kebiasaan masyarakat. Dengan kemampuan ini maka pertukaran
data menjadi lebih efektif pada komunitas yang lebih besar dan dapat
diproses secara otomatis ataupun manual. Saat ini Web sudah sangat baik
dalam menangani teks, musik dan gambar, tetapi data tidaklah mudah
digunakan pada skala Web [Hendler, 2005].
Semantic Web telah mengantar evolusi WWW ke tingkat pemanfaatan yang
lebih baik. Ada dua visi dalam pengembangan web ke depan, yaitu pertama,
membuat web semakin baik sebagai media kolaborasi, dan yang kedua, web
semakin dapat dipahami oleh mesin. Hal ini dilakukan dengan memberikan
anotasi data yang akan membuat informasi lebih dapat dipahami oleh
mesin. Untuk mengembangkan Semantic Web [Berners-Lee, 1999] beberapa hal
dibutuhkan seperti :
· Mengembangkan bahasa dan terminologi untuk mengekspresikan konsistensi dari semantik.
· Mengembangkan tool dan arsitektur baru yang menggunakan bahasa dan
terminologi tersebut untuk mengakses, merubah dan integrasi informasi.
· Mengembangkan aplikasi yang memberikan sebuah tingkat pelayanan baru kepada pemakai dengan Semantic Web.
Dari tulisan diatas kesimpulannya yaitu Kelahiran Web Science
didorong oleh pergerakan generasi Web dari Web 1.0 ke Web 3.0. Sejak
diperkenalkan Web pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee, perkembangan
yang terjadi luar biasa. Pada saat ini, kita berada pada pergerakan dari
Web 2.0 ke arah Web 3.0. Perbedaan utama dari setiap generasi adalah
pada Web 1.0 masih bersifat read-only, pada Web 2.0 bergerak ke arah
read-write, sedangkan pada Web 3.0 mengembangkan hubungan
‘manusia-manusia, manusia-mesin, dan mesin-mesin’.
Pada Web 2.0 kegiatan sosial sudah dimulai, dengan semakin popularnya
berbagai fasilitas seperti wikipedia, blog, friendster dan sebagainya.
Tetapi kendala utama pada Web 2.0 adalah penangan untuk pertukaran data
atau interoperabilitas masih sulit. Contoh sederhana, pada saat kita
mencari sebuah informasi di search engine popular seperti Google, hasil
pencarian yang sesuai dengan kebutuhan kita hanya 5% atau kurang dari
daftar yang ditemukan pada Google.
Web 3.0 mencoba menyempurnakan Web 2.0 dengan memberikan penekanan
penelitian pada Semantic Web, Ontology, Web Service, Social Software,
Folksonomies dan Peer-to-Peer. Penelitian tersebut sangat memperhatikan
‘budaya’ sebuah komunitas terhadap kebutuhan akan sebuah data atau
informasi.
referensi :
http://syailendra.it-kosongsatu.com/?p=95
http://aqil.tk/informations/web/web-science.html
http://ghesumar.wordpress.com/2011/05/21/generasi-web/
Sabtu, 03 Maret 2012
Android
Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet.
Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk
menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam
peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang
baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk
mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.
Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).
Berikut ini adalah Versi dari android :
Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps - aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.
Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs Internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.
Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.
Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).
Berikut ini adalah Versi dari android :
Android versi 1.1
Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.Android versi 1.5 (Cupcake)
Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.Android versi 1.6 (Donut)
Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps - aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.
Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs Internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.
Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan. Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.Android versi 2.3 (Gingerbread)
Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan. Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu.Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis. Tablet pertama yang dibuat dengan menjalankan Honeycomb adalah Motorola Xoom. Perangkat tablet dengan platform Android 3.0 akan segera hadir di Indonesia. Perangkat tersebut bernama Eee Pad Transformer produksi dari Asus. Rencana masuk pasar Indonesia pada Mei 2011.Android versi 4.0 (ICS :Ice Cream Sandwich)
Diumumkan pada tanggal 19 Oktober 2011, membawa fitur Honeycomb untuk smartphone dan menambahkan fitur baru termasuk membuka kunci dengan pengenalan wajah, jaringan data pemantauan penggunaan dan kontrol, terpadu kontak jaringan sosial, perangkat tambahan fotografi, mencari email secara offline, dan berbagi informasi dengan menggunakan NFC.Komputer
Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika,
dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan
kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir
eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern
dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Dalam arti seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang mengolah informasi" atau "sistem pengolah informasi." Selama bertahun-tahun sudah ada beberapa arti yang berbeda dalam kata "komputer", dan beberapa kata yang berbeda tersebut sekarang disebut disebut sebagai komputer.
Kata computer secara umum pernah dipergunakan untuk mendefiniskan orang yang melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa mesin pembantu. Menurut Barnhart Concise Dictionary of Etymology, kata tersebut digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1646 sebagai kata untuk "orang yang menghitung" kemudian menjelang 1897 juga digunakan sebagai "alat hitung mekanis". Selama Perang Dunia II kata tersebut menunjuk kepada para pekerja wanita Amerika Serikat dan Inggris yang pekerjaannya menghitung jalan artileri perang dengan mesin hitung.
Charles Babbage mendesain salah satu mesin hitung pertama yang disebut mesin analitikal. Selain itu, berbagai alat mesin sederhana seperti slide rule juga sudah dapat dikatakan sebagai komputer.
referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer
Dalam arti seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang mengolah informasi" atau "sistem pengolah informasi." Selama bertahun-tahun sudah ada beberapa arti yang berbeda dalam kata "komputer", dan beberapa kata yang berbeda tersebut sekarang disebut disebut sebagai komputer.
Kata computer secara umum pernah dipergunakan untuk mendefiniskan orang yang melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa mesin pembantu. Menurut Barnhart Concise Dictionary of Etymology, kata tersebut digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1646 sebagai kata untuk "orang yang menghitung" kemudian menjelang 1897 juga digunakan sebagai "alat hitung mekanis". Selama Perang Dunia II kata tersebut menunjuk kepada para pekerja wanita Amerika Serikat dan Inggris yang pekerjaannya menghitung jalan artileri perang dengan mesin hitung.
Charles Babbage mendesain salah satu mesin hitung pertama yang disebut mesin analitikal. Selain itu, berbagai alat mesin sederhana seperti slide rule juga sudah dapat dikatakan sebagai komputer.
referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer
Selasa, 10 Januari 2012
TV Online
Menurut pendapat saya sebenarnya TV logo
Google itu sendiri bekerja dengan sangat baik. Terdiri dari jenis huruf
biasa untuk bagian ‘Google’ dari nama dan jenis huruf
/fonts sans serif untuk ‘TV’, baik dalam warna tunggal. Tanda logo
terdiri dari desain televisi sederhana yang berisi sembilan blok warna,
dalam warna Google biasa. Bahkan ada versi animasi di situs mereka,
menunjukkan blok animasi.
Pasar untuk televisi web-enabled masih
relatif muda. Sementara banyak produsen mulai untuk menempatkan aplikasi
seperti Skype, Twitter dan Facebook di televisi mereka, sebagian besar
konsumen bahkan belum punya TV dengan koneksi Ethernet, apalagi satu
dengan aplikasi web.
Logitech juga bergabung dengan jasa ini,
dan akan menyediakan peralatan pendukung untuk sistem, termasuk remote
dengan keyboard QWERTY kecil di atasnya. Proyek ini telah berlangsung
selama beberapa bulan, terselubung dalam kerahasiaan, tapi kabarnya
sekarang sudah mulai bocor dan tersebar. Untuk saat ini, bagaimanapun,
juru bicara untuk Google, Intel dan Logitech telah menolak memberikan
komentar.

Logo terbaru dari Google TV
Apa yang saya temukan benar-benar menarik meskipun adalah sifat
interaktif dari logo Google TV digunakan di situs, yang memungkinkan
pengunjung untuk terlibat dengan logo. Interaksi terjadi ketika pointer
dipindahkan dekat dengan menandai logo, menimbulkan blok warna pada
sekitarnya. Ini berfungsi tanpa tujuan dalam hal mengendalikan konten
atau navigasi situs, sepertinya menjadi sedikit sentuhan yang
menyenangkan. Hal ini sejalan dengan Google, karena mereka memiliki
reputasi untuk menambahkan unsur menghibur ke halaman pencarian mereka.
Yang baru-baru ini menampilkan logo Google yang terbuat dari lingkaran
berwarna, memungkinkan banyak cara untuk berinteraksi dengan logo
Google TV sekarang.

Efek yang muncul disebabkan oleh pointer yang berinteraksi dengan tanda logo Google TV
GoogleTV Logo – Artwork
Alternatif versi logo Google, yang mana
digunakan di halaman pencarian mereka pada 7 September 2010 lalu dan
terdiri dari interaktif ‘ bouncing balls’ atau ‘bola yang memantul’,
yang bereaksi terhadap penempatan pointer.
Saya yakin pasti ada logo lain oleh Google sebelum yang satu ini yang telah memiliki unsur interaktivitas.
Apa yang saya temukan tentang hal ini
cukup menarik . Dalam desain logo salah satu faktor yang paling penting
adalah logo yang sebenarnya untuk diingat .Sekarang cara apa yang lebih
baik untuk mendapatkan seseorang untuk memperhatikan logo kemudian dapat
berinteraksi dengannya. Bahkan jika itu hanya untuk waktu yang singkat,
bisa berarti bahwa mereka ingat seluruh logo atau bahkan hanya sedikit
area dimana mereka berinteraksi, baik cara itu membantu membangun
pengenalan logo. Saya bisa membayangkan ini benar-benar bisa membawa,
karena ada banyak cara yang mungkin dapat mendorong untuk berinteraksi
dengan logo.
Saya harus bertepuk tangan kepada Google
untuk ide pintar yang satu ini dan menyenangkan, yang saya percaya
memiliki kemungkinan nyata untuk memulai sebuah tren baru. Saya pikir
kita dapat melihat beberapa contoh yang benar-benar pintar desain logo
interaktif di tahun-tahun mendatang. Tapi apakah yang anda pikirkan,
akankah kita lebih melihat dari jenis interaksi logo? Dan anda bisa
memikirkan cara-cara interaksi yang spesifik dapat digunakan pada logo
di perusahaan terkenal?
Reefrensi : http://anezblog.com/google-tv
Reefrensi : http://anezblog.com/google-tv
Penyalahgunaan Social Media
Jaringan sosial (social network) merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page
pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi
dan berkomunikasi. Indonesia merupakan pengguna jaringan sosial Facebook tertinggi di Asia. Hingga akhir tahun 2010 terdapat 38,6 juta orang Indonesia yang menggunakan Facebook. Banyaknya pengguna Facebook ternyata mengundang kekhawatiran. Bagi para penggunanya, Facebook
memiliki berbagai risiko, seperti pemanfaatan situs pertemanan itu
sebagai alat untuk kegiatan terorisme, pelecehan seksual, penebar
kebencian, penghasutan penghinaan, penipuan, dan perdagangan manusia.
Selain itu penyebaran konten pornografi sering juga memanfaatkan Facebook.
Sayangnya kekhawatiran yang menjadi perhatian banyak orang ini sudah mulai terjadi dan merajalela di Indonesia. Berdasarkan berita yang dimuat di Kompas.com, Jum’at/ 8 Juli 2011 di Kabupaten Badung, Bali, pemuda dua desa terlibat bentrok gara-gara saling ejek di status situs jaringan sosial Facebook. Akibat kejadian ini, salah seorang pemuda Desa Sempidi mengalami luka serius terkena sabetan senjata tajam. Tidak hanya kejadian ini saja, pada tahun 2010, seperti yang diberitakan di situs berita BBC Indonesia 17 Februari 2010, sudah tercatat dari Januari sampai pertengahan Februari 2010 berdasarkan keterangan Sekjen Komisi Perlindungan Anak Nasional Aris Merdeka Sirait, terdapat sekitar 36 kasus terkait Facebook. 21 kasus diantaranya terjadi di Surabaya yang menyangkut penjualan seksual komersial melalui Facebook, dan 11 kasus terjadi di Jakarta dimana anak-anak yang berusia 14-15 tahun dijadikan pelampiasan kebutuhan bilogis orang yang dihasut melalui Facebook. Banyak juga kasus-kasus lainnya yang menyebutkan bahwa siswa maupun mahasiswa hilang atau kabur dari rumahnya karena penyalahgunaan media pertemanan sosial ini.
Kasus yang dikemukakan di atas hanyalah segelintir dari kasus-kasus yang disebabkan oleh penyalahgunaan situs jaringan sosial Facebook. Penggunaan media baru yang kurang bijak dan berhati-hati dapat berakibat celaka bagi penggunanya, apalagi di negara berkembang seperti Indonesia. Penggunaan situs jaringan sosial di Indonesia menurut beberapa pengamat masih kurang efektif karena melihat masih banyak fungsi media ini yang disalahgunakan.
Identifikasi Masalah Komunikasi
Dari paparan fenomena sosial di atas maka dapat ditelusuri masalah komunikasi yang menjadi penyebab terjadinya penyalahgunaan jaringan sosial Facebook. Tujuan utama pendiri Facebook sendiri untuk meluncurkan Facebook di dunia maya (cyberspace) adalah menciptakan aliran informasi yang terbuka bagi orang-orang, yang menjadi titik beratnya adalah misi membuat dunia terbuka. Misi Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, jika dilihat pada kondisi sekarang ini sudah tercapai, namun sayangnya di negara berkembang seperti Indonesia penggunaan sarana komunikasi yang terbuka di dunia maya ini belum efektif dan disalahgunakan.
Di Indonesia, menurut data Komnas Perlindungan Anak, sekitar 53% pengguna Facebook adalah remaja dibawah umur 18 tahun. Dari kasus yang terkait dengan penyalahgunaan jaringan sosial ini pada umumnya yang menjadi korban adalah remaja dibawah 18 tahun tersebut. Dari sisi komunikasi kasus ini bisa dilihat dari unsur-unsur komunikasinya. Korban sebagai komunikan atau kamunikate mudah percaya dengan pesan atau informasi yang ia dapatkan dari jaringan sosial yang mereka gunakan. Hal utama yang dipertanyakan di sini adalah kredibilitas media dan kredibilitas komunikator. Internet memunculkan isu-isu tentang akurasi, keandalan, dan kecukupan informasi yang bahkan melebihi media tradisional. Dalam ruang chatting yang disediakan Facebook misalnya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan apakah orang-orang tersebut memang sebagaimana penampakan mereka.
Kredibilitas yang berkenaan dengan sifat-sifat komunikator juga menjadi hal yang harus dipertanyakan dalam penggunaan media sosial Facebook. Jika kita berperan sebagai komunikate yang menerima informasi, terdapat dua komponen kredibilitas komunikator yang penting untuk perhatikan, yaitu keahlian dan kepercayaan. Keahlian adalah kesan yang dibentuk oleh komunikate tentang kemampuan komunikator dalam hubungannya dengan topik yang sedang dibicarakan. Pada komunikasi dengan jaringan sosial Facebook hal ini dapat dilihat dari kata-kata yang digunakan oleh lawan bicara kita atau pengguna Facebook yang lain ketika sedang chatting atau meng-update statusnya. Sebagai penerima informasi kita harus kritis dalam menilai pesan yang kita terima. Komponen kedua adalah kepercayaan, yaitu kesan yang dibentuk oleh komunikate tentang komunikator yang berkaitan dengan wataknya. Hal inilah yang sangat sulit diidentifikasi jika kita berkomunikasi melalui jaringan sosial Facebook. Korban penyalahgunaan media sosial ini pada umumnya tidak memperhatikan komponen kepercayaannya. Sangat sulit untuk mengetahui apakah komunikator itu jujur, tulus, bermoral, adil, sopan, dan etis? Karena sulitnya untuk mengetahui watak komunikator di dunia maya, sebagai penerima informasi seharusnya kita tidak mudah untuk percaya.
Selain kredibilitas komunikator dan media, penyalahgunaan jaringan sosial Facebook ini juga bisa dilihat melaui Teori Manajemen Privasi Komunikasi (Communication Private Management-CPM) oleh Sandra Petronio. CPM tertarik untuk menjelaskan proses-proses negosiasi orang seputar pembukaan informasi privat, informasi mengenai hal-hal yang sangat berarti bagi seseorang. Teori ini berasumsi bahwa (1) manusia adalah pembuat keputusan; (2) manusia adalah pembuat peraturan dan pengikut peraturan; (3) pilihan dan peraturan manusia didasarkan pada pertimbangan akan orang lain dan juga konsep diri. Petronio (2002) melihat bahwa manusia membuat pilihan dan peraturan mengenai apa yang harus dikatakan dan apa yang harus disimpan. Sebagai pengguna media, individu mempunyai kekuasan untuk menentukan apa harus ia ungkapkan di media sosial dan apa yang harus ia simpan. Dalam jaringan sosial Facebook walaupun merupakan akun pribadi seseorang tetapi setiap orang yang menjadi temannya di akun itu bisa secara terbuka memperoleh informasi darinya. Setiap pengguna Facebook mempunyai kekuasaan untuk meng-update status tentang apa bisa ia kemukakan dan membuat aturan informasi privat tentang apa seharusnya tidak ia sampaikan.
Kasus penyalahgunaan media sosial ini terjadi jika seseorang telah salah dalam menggunakan kekuasaan yang ia miliki ketika menyampaikan informasi. Keterbukaan yang berlebihan dalam jaringan sosial di dunia maya seperti inilah yang dapat memicu timbulnya cyber crime atau kejahatan dunia maya. Berdasarkan CPM, sebagai pengguna media sosial kita harus membuat aturan dan batasan terhadap informasi yang ingin kita sampaikan dan mengikuti atau mentaati peraturan itu. Selain itu kita juga harus mentaati dan menghormati aturan atau batasan privasi yang telah dibuat oleh orang lain. Sehingga ketika kita ingin menyampaikan sesuatu melalui Facebook hendaknya mempertimbangkan terlebih dahulu batasan privasi kita dan batasan privasi orang lain.
Jadi, dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa masalah komunikasi yang terjadi dalam kasus penyalahgunaan jaringan sosial Facebook sebagai media penghasutan, penebar kebencian, penghinaan, pelecehan sosial, penculikan, penipuan dan perdagangan manusia adalah kepercayaan pengguna Facebook yang berlebihan terhadap penyampai pesan atau informasi (komunikator) yang kredibilitasnya masih dipertanyakan. Selain itu masalah komunikasi yang kedua adalah dilanggarnya peraturan tentang komunikasi privasi yang dibangun oleh masing-masing individu pengguna jaringan sosial Facebook, sehingga pesan yang disampaikan melalui jarigan sosial ini menjadi pesan yang terlalu terbuka dan tidak menjaga aturan privasi pribadi maupun pengguna lain.
Akhirnya pengguna Facebook di Indonesia yang pada umumnya adalah remaja dan yang paling besar menjadi korban penyalahgunaan media sosial ini juga di kalangan mereka, membutuhkan pelatihan keterampilan dalam mengevaluasi informasi yang mereka terima. Selain itu pengguna media sosial saat ini juga membutuhkan pengetahuan dan kesadaran tentang bagaimana menggunakan media komunikasi baru ini secara bijak dan hati-hati serta mengetahui mana informasi yang layak untuk disampaikan dan mana informasi yang seharusnya disimpan atau tidak sepantasnya untuk disampaikan di media terbuka seperti Facebook.
Referensi : http://blogs.unpad.ac.id/revinabayu/2011/12/10/fenomena-jaringan-sosial-dan-masalah-komunikasi-kapita-selekta-komunikasi/
Sayangnya kekhawatiran yang menjadi perhatian banyak orang ini sudah mulai terjadi dan merajalela di Indonesia. Berdasarkan berita yang dimuat di Kompas.com, Jum’at/ 8 Juli 2011 di Kabupaten Badung, Bali, pemuda dua desa terlibat bentrok gara-gara saling ejek di status situs jaringan sosial Facebook. Akibat kejadian ini, salah seorang pemuda Desa Sempidi mengalami luka serius terkena sabetan senjata tajam. Tidak hanya kejadian ini saja, pada tahun 2010, seperti yang diberitakan di situs berita BBC Indonesia 17 Februari 2010, sudah tercatat dari Januari sampai pertengahan Februari 2010 berdasarkan keterangan Sekjen Komisi Perlindungan Anak Nasional Aris Merdeka Sirait, terdapat sekitar 36 kasus terkait Facebook. 21 kasus diantaranya terjadi di Surabaya yang menyangkut penjualan seksual komersial melalui Facebook, dan 11 kasus terjadi di Jakarta dimana anak-anak yang berusia 14-15 tahun dijadikan pelampiasan kebutuhan bilogis orang yang dihasut melalui Facebook. Banyak juga kasus-kasus lainnya yang menyebutkan bahwa siswa maupun mahasiswa hilang atau kabur dari rumahnya karena penyalahgunaan media pertemanan sosial ini.
Kasus yang dikemukakan di atas hanyalah segelintir dari kasus-kasus yang disebabkan oleh penyalahgunaan situs jaringan sosial Facebook. Penggunaan media baru yang kurang bijak dan berhati-hati dapat berakibat celaka bagi penggunanya, apalagi di negara berkembang seperti Indonesia. Penggunaan situs jaringan sosial di Indonesia menurut beberapa pengamat masih kurang efektif karena melihat masih banyak fungsi media ini yang disalahgunakan.
Identifikasi Masalah Komunikasi
Dari paparan fenomena sosial di atas maka dapat ditelusuri masalah komunikasi yang menjadi penyebab terjadinya penyalahgunaan jaringan sosial Facebook. Tujuan utama pendiri Facebook sendiri untuk meluncurkan Facebook di dunia maya (cyberspace) adalah menciptakan aliran informasi yang terbuka bagi orang-orang, yang menjadi titik beratnya adalah misi membuat dunia terbuka. Misi Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, jika dilihat pada kondisi sekarang ini sudah tercapai, namun sayangnya di negara berkembang seperti Indonesia penggunaan sarana komunikasi yang terbuka di dunia maya ini belum efektif dan disalahgunakan.
Di Indonesia, menurut data Komnas Perlindungan Anak, sekitar 53% pengguna Facebook adalah remaja dibawah umur 18 tahun. Dari kasus yang terkait dengan penyalahgunaan jaringan sosial ini pada umumnya yang menjadi korban adalah remaja dibawah 18 tahun tersebut. Dari sisi komunikasi kasus ini bisa dilihat dari unsur-unsur komunikasinya. Korban sebagai komunikan atau kamunikate mudah percaya dengan pesan atau informasi yang ia dapatkan dari jaringan sosial yang mereka gunakan. Hal utama yang dipertanyakan di sini adalah kredibilitas media dan kredibilitas komunikator. Internet memunculkan isu-isu tentang akurasi, keandalan, dan kecukupan informasi yang bahkan melebihi media tradisional. Dalam ruang chatting yang disediakan Facebook misalnya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan apakah orang-orang tersebut memang sebagaimana penampakan mereka.
Kredibilitas yang berkenaan dengan sifat-sifat komunikator juga menjadi hal yang harus dipertanyakan dalam penggunaan media sosial Facebook. Jika kita berperan sebagai komunikate yang menerima informasi, terdapat dua komponen kredibilitas komunikator yang penting untuk perhatikan, yaitu keahlian dan kepercayaan. Keahlian adalah kesan yang dibentuk oleh komunikate tentang kemampuan komunikator dalam hubungannya dengan topik yang sedang dibicarakan. Pada komunikasi dengan jaringan sosial Facebook hal ini dapat dilihat dari kata-kata yang digunakan oleh lawan bicara kita atau pengguna Facebook yang lain ketika sedang chatting atau meng-update statusnya. Sebagai penerima informasi kita harus kritis dalam menilai pesan yang kita terima. Komponen kedua adalah kepercayaan, yaitu kesan yang dibentuk oleh komunikate tentang komunikator yang berkaitan dengan wataknya. Hal inilah yang sangat sulit diidentifikasi jika kita berkomunikasi melalui jaringan sosial Facebook. Korban penyalahgunaan media sosial ini pada umumnya tidak memperhatikan komponen kepercayaannya. Sangat sulit untuk mengetahui apakah komunikator itu jujur, tulus, bermoral, adil, sopan, dan etis? Karena sulitnya untuk mengetahui watak komunikator di dunia maya, sebagai penerima informasi seharusnya kita tidak mudah untuk percaya.
Selain kredibilitas komunikator dan media, penyalahgunaan jaringan sosial Facebook ini juga bisa dilihat melaui Teori Manajemen Privasi Komunikasi (Communication Private Management-CPM) oleh Sandra Petronio. CPM tertarik untuk menjelaskan proses-proses negosiasi orang seputar pembukaan informasi privat, informasi mengenai hal-hal yang sangat berarti bagi seseorang. Teori ini berasumsi bahwa (1) manusia adalah pembuat keputusan; (2) manusia adalah pembuat peraturan dan pengikut peraturan; (3) pilihan dan peraturan manusia didasarkan pada pertimbangan akan orang lain dan juga konsep diri. Petronio (2002) melihat bahwa manusia membuat pilihan dan peraturan mengenai apa yang harus dikatakan dan apa yang harus disimpan. Sebagai pengguna media, individu mempunyai kekuasan untuk menentukan apa harus ia ungkapkan di media sosial dan apa yang harus ia simpan. Dalam jaringan sosial Facebook walaupun merupakan akun pribadi seseorang tetapi setiap orang yang menjadi temannya di akun itu bisa secara terbuka memperoleh informasi darinya. Setiap pengguna Facebook mempunyai kekuasaan untuk meng-update status tentang apa bisa ia kemukakan dan membuat aturan informasi privat tentang apa seharusnya tidak ia sampaikan.
Kasus penyalahgunaan media sosial ini terjadi jika seseorang telah salah dalam menggunakan kekuasaan yang ia miliki ketika menyampaikan informasi. Keterbukaan yang berlebihan dalam jaringan sosial di dunia maya seperti inilah yang dapat memicu timbulnya cyber crime atau kejahatan dunia maya. Berdasarkan CPM, sebagai pengguna media sosial kita harus membuat aturan dan batasan terhadap informasi yang ingin kita sampaikan dan mengikuti atau mentaati peraturan itu. Selain itu kita juga harus mentaati dan menghormati aturan atau batasan privasi yang telah dibuat oleh orang lain. Sehingga ketika kita ingin menyampaikan sesuatu melalui Facebook hendaknya mempertimbangkan terlebih dahulu batasan privasi kita dan batasan privasi orang lain.
Jadi, dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa masalah komunikasi yang terjadi dalam kasus penyalahgunaan jaringan sosial Facebook sebagai media penghasutan, penebar kebencian, penghinaan, pelecehan sosial, penculikan, penipuan dan perdagangan manusia adalah kepercayaan pengguna Facebook yang berlebihan terhadap penyampai pesan atau informasi (komunikator) yang kredibilitasnya masih dipertanyakan. Selain itu masalah komunikasi yang kedua adalah dilanggarnya peraturan tentang komunikasi privasi yang dibangun oleh masing-masing individu pengguna jaringan sosial Facebook, sehingga pesan yang disampaikan melalui jarigan sosial ini menjadi pesan yang terlalu terbuka dan tidak menjaga aturan privasi pribadi maupun pengguna lain.
Akhirnya pengguna Facebook di Indonesia yang pada umumnya adalah remaja dan yang paling besar menjadi korban penyalahgunaan media sosial ini juga di kalangan mereka, membutuhkan pelatihan keterampilan dalam mengevaluasi informasi yang mereka terima. Selain itu pengguna media sosial saat ini juga membutuhkan pengetahuan dan kesadaran tentang bagaimana menggunakan media komunikasi baru ini secara bijak dan hati-hati serta mengetahui mana informasi yang layak untuk disampaikan dan mana informasi yang seharusnya disimpan atau tidak sepantasnya untuk disampaikan di media terbuka seperti Facebook.
Referensi : http://blogs.unpad.ac.id/revinabayu/2011/12/10/fenomena-jaringan-sosial-dan-masalah-komunikasi-kapita-selekta-komunikasi/
Selasa, 03 Januari 2012
Tablet PC
Ok kali ini saya akan menjelaskan tentang tablet pc, salah satunya yaitu
ipad. Tapi sebelum itu kita akan mengenal lebih dalam tentang ipad itu sendiri.
iPad diperkenalkan
pertama kali oleh Steve Jobs, CEO (yang merupakan singkatan dari Chief Executive
Officer) dari Apple Inc. dalam Apple Special Event yang bertempat di
Yerba Buena Center for the Arts, San Fransisco,
Amerika Serikat, pada tanggal 27 Januari 2010.
Berikut
ini adalah gambar dari ipad itu sendiri:
Produk
ini dirancang sebagai sebuah perangkat digital yang berada di antara telepon pintar
(smartphone) dan komputer jinjing
(laptop). Apple Inc. berencana akan mulai memasarkan iPad di Amerika Serikat
(AS) mulai 3 april 2010, dengan kisaran harga mulai dari 499 Dolar Amerika Serikat (USD) hingga 829 USD. Namun warga AS
sudah dapat memesan produk ini mulai tanggal 12 Maret 2010 melalui Apple Online
Store.
Ipad sendiri mempunyai fungsi utama sebagai
e-Reader, namun demikian iPad juga bisa dijadikan sebagai multimedia gadget
dimana kamu bisa internetan, dengerin musik sampai nonton video di iPad. iPad
menawarkan ruang data mulai dari 16GB, 32 GB sampai 64GB, itu artinya kamu bisa
menyimpan ratusan bahkan ribuan lagu di iPad. Layar iPad berukuran 9.7 inches dengan resolusi 1024 x 768 pixel.
Dan sudah
banyak yang tahu kalau iPad memakai Mac
OS X
Saat ini ipad sangat laris di pasaran Seperti sudah diduga sebelumnya, Apple
iPad 2 laku keras dan terjual ratusan ribu unit dalam debut pemasarannya di
Amerika Serikat. Mengapa iPad 2 bisa sedemikian sukses? Barangkali
faktor-faktor di bawah ini turut menentukan, seperti dilansir eWeek dan dikutip
detikINET.
Refrensi:
http://bangunhadi.blogspot.com/2012/01/review-tablet-pc-ipad.html
Langganan:
Postingan (Atom)